Perang memang kejam dan tak kenal ampun, dulu hingga detik ini. Jika sekarang senjata yang paling mematikan adalah nuklir, maka dulu mungkin salah satunya adalah racun. Racun ini bisa ditempelkan terutama pada sumpit dan mata panah. Melalui racun, diharapkan pihak lawan dapat dibinasakan seketika dengan lebih efektif; dan penduduk Nusantara telah mengenal racun ini sejak [...]
Bangunan Air dari Masa Majapahit
Bangunan air yang ditemukan di masa Majapahit adalah waduk, kanal, kolam dan saluran air yang sampai sekarang masih ditemukan sisa-sisanya. Berdasarkan penelitian, diduga bahwa bangunan-bangunan air tersebut dibangun untuk kepentingan irigasi pertanian dan sarana mengalirkan air sungai ke waduk: penampungan dan penyimpanan air, serta pengendali banjir. Hasil penelitian membuktikan terdapat sekitar 20 waduk kuno yang [...]
Potensi Tinggalan Arkeologi Maritim di Aceh dan Pengelolaannya (Suatu Kajian Awal)
Oleh: Yadi Mulyadi * Prolog Keberadaan airlah yang menyebabkan munculnya aktifitas kemaritiman. Dominasi air yang begitu besar menjadikan hampir 70 % permukaan bumi berupa lautan yang menjadi pemisah antar daratan. Untuk memadukan lautan, manusia dengan akalnya menghasilkan budaya maritim yang merupakan refleksi kehidupan dalam mengarungi lautan. Salah satunya adalah perahu dan kapal yang berfungsi [...]
Bajau: Senjata dan Tradisi Pelaut Nomadik
Oleh: Tim Wacana Nusantara* Sebagian besar anggota Suku Bajau di Sulawesi hidup diatas perahu dan sebagaian lagi menetap di pesisir pantai. Suku Bajau di Sulawesi memiliki komplesitas asal, persebaran, dan hubungan dengan Bajau yang berada wilayah lain di Indonesia. Bahkan nama Bajau ini sendiri menyimpan berlapis makna konotatif. Orang-orang Jawa mengenal Suku Bajau sebagai wong [...]
Sara Wangahalö Bintang Tradisi
Oleh; Victor Zebua Orang Nias tempo doeloe tidak mengenal jam. Pembagian dan penamaan waktu mereka mengacu aktivitas sehari-hari: bertani, beternak, kerja domestik (memasak, makan, tidur), dan fenomena alam. Pukul 00.00 disebut talu mbongi (tengah malam). Nama waktu lainnya: miwo manu siföföna (ayam berkokok pertama kali; 02.00-02.30), möi zamölö (penyadap aren pergi menyadap; 05.00), muhede [...]