Festival Lembah Baliem di Kabupaten Jayawijaya – Papua Tahun 2012
Festifal Budaya Lembah Baliem tahun 2012, akan dilangsungkan mulai tanggal 8-9, dan 11 Agustus mendatang di lokasi Kampung Wosiala, Desa Wosilimo distrik Kurulu Kabupaten Jayawijaya.
Kegiatan tahunan yang selalu diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya ini dimaksudkan untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya suku-suku di Lembah Baliem Kabupaten Jayawijaya.
Sesuai perkembangan pembangunan dan kemajuan teknologi yang ada, telah menjadikan kabupaten Jayawijaya dan masyarakat peradaban dari tiap suku-suku yang ada juga mengalami perubahan dan perkembangan ke arah kemajuan.
Sejarah Festifal Budaya Lembah Baliem
Guna pelestarian kesenian dan budaya dari suku-suku yang ada, Pemerintah melaksanakan Festival Budaya Lembah Baliem yang telah dimulaikan sejak 20 tahun yang lalu, dan berjalan dengan baik sehingga cukup menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan baik wisatawan lokal, domestik maupun dari wisatawan manca negara.
Berada di antara lekukan-lekukan Pegunungan Tengah Jayawijaya, Lembah Baliem sudah sejak tahun 1991 menjadi tempat penyelenggaraan festival budaya tahunan terbesar di tanah Papua ini. Di lembah inilah, masyarakat Suku Dani hidup harmonis dan menyatu dalam pelukan pegunungan yang mengelilingnya serta alam Papua yang indah menawan. Selain sebagai ‘rumah’, Lembah Baliem dulunya kerap menjadi arena perang oleh suku-suku yang bertikai dan menjadi arena pembantaian mereka yang berperang demi kejayaan suku yang dibanggakannya.
Ragam Acara
Keunikannya
Guna menampilkan penampilan perang-perangan, Kampung Wosiala, desa Wosilimo di Distrik Kurulu pemerintah daerah telah mempersiapkan sebidang tanah lapang dengan luas halaman sekitar 400mx250m, yang dapat menampilkan pertunjukkan perang-perangan sekitar 500-1000 penari.
Kegiatan Pementasan Perang-Perangan dijadwalkan selama 2 hari, dengan menampil perang antar suku dari sekitar 26 group perang-perangan, yang terdiri atas 30-50 orang per group. Lalu di tempat terpisah juga menampilkan permainan musik tradisional. Uniknya, tidak semua orang lembah baliem dapat memainkan alat musik ini, karena membutuhkan keahlian khusus.
Permainan musik tradisional pikon merupakan alunan musik yang di ciptakan dari kulit kayu yang disebut dalam bahasa daerah “hite” (kulit kayu untuk busur panah). Sementara lagu yang dimainkan merupakan ungkapan isi hati sang pemain musik yang di bunyikan lalu diperdengarkan untuk menghibur hati nya ataupun para pendengar.
Objek Wisata Lainnya Yang Ditawarkan
Mencapai Lembah Baliem –Wamena
Untuk mencapai kabupaten Jayawijaya, hanya dapat ditempuh dengan perjalanan melalui transportasi udara (pesawat terbang), dan membutuhkan biaya yang cukup, namun kepuasan anda akan terbayar lunas jika menyaksikan seluruh rankaian kegiatan Festival Lembah Baliem dan menyaksikan secara langsung kehidupan Suku Dani yang sesungguhnya.
Kuliner
Udang Selingkuh merupakan salah satu makanan khas yang dapat Anda cicipi sebagai hidangan makanan khas yang tidak akan Anda dapatkan di tempat lain. Udang ini memiliki ciri bertubuh selayaknya udang namun memiliki Capit layaknya seekor kepiting, oleh sebab itu, di sebut, “Udang Selingkuh” yang dipercayai bahwa varietas udang tersebut adalah perkawinan silang antara Udang dan Kepiting.
Selain itu, juga terdapat Buah Merah yang saat ini sudah banyak dijadikan sebagai bahan obat-obatan herbal yang bisa Anda bawa sebagai oleh-oleh (buah tangan) bagi kerabat Anda. Dan masih banyak lagi, seperti koteka, kampak batu, panah, noken (tas anyaman), gelang-gelang (sekan), dan lain sebagainya
Penginapan
Lembah Baliem Wamena saat ini memiliki beberapa hotel kelas melati yang cukup nyaman diantaranya : Hotel Baliem Pilamo, Ranu Jaya I dan II, Baliem Valley Resort, Hotel Anggrek, Hotel Nayak serta beberapa penginapan tradisional (honai) yang telah di buat khusus bagi para tamu manca negara yang ingin menikmati kehidupan layaknya masyarakat setempat. Semuanya dapat dijangkau dengan harga yang relatif murah. WELCOME!!
Di sini pula Anda dapat menyatu dan berbaur dengan masyarakat yang masih memegang teguh tradisinya yang mungkin jauh berbeda dengan apa yang kita miliki. Semua yang dijumpai di Lembah Baliem pastinya akan membuat perjalanan Anda akan selalu terkenang sepanjang masa.
Original source by Naftali F. Rumbiak, Staff Dinas Pariwisata Kab. Jayawijaya
Sumber Tulisan: trek-papua.com




thanks for your note. I am very much appreciated. Thanks for promomotion for Baliem valley cultural festival, 2012. You are most welcome!
Some additional notes:
aliem Valley Festival-2012
The Baliem festival it self will be held on every August . This festival is so unique. The main point of interest of the festival will be the massive tribal attraction involving different tribes living on the villages around Baliem Valley such as Dani, Lani and Yali tribe. All tribes group will deliver their envoy to attend the festival while bringing all tribes attributes, kotekas, art and craft.
The baliem festival is a right chance to observe the rich cutlure of the hinterland. Baliem valley area is mainly occupied by three main big clan, namely Dani, Yali and Lani. They have different phisical feature, culture and way of life as well as unique custom. Many kinds of tribal attraction will be performed by the stone-age tribe group. Among them are the Mocked War, Pig Feast, Earth Cooking ceremony, traditional mouth harpa, etc.
Each tribe group will come over with their own identity. Here you will see clear difference among them refer to their dressing. The Dani man only use small koteka (penis gourd / penis cover), the Lani tribes use bigger Koteka, their body is much bigger than the average Dani tribe, while the Yali has long slender Koteka with rattan belt corved waist length.
By attending the massive baliem festival, you will have a great chance to know and learn the culture of each attending tribes without having to make the visit to their compounds deep in the hinterland of West Papua.
Beside to present during the days of the festival, we will also held a trekking trip in Jiwika village in the suburban of Wamena to see the old smoked mummy and salt pool where you will enjoy and see how to make salt in their traditional way. As you will enter the site, you will return to the stone age era. Grass dressed woman, dress less man, just having a long slender penis cup, man with arrows and bows, and with the body ornaments.
Re-Enactment Of Tribal War (Atraksi Perang Perangan)
Traditional Dance Attraction ( Atraksi Tarian Traditional)
Contest in Making Traditional Handy Craft (Lomba Anyam – Anyaman)
Pig Race Competition (Lomba Karapan Babi)
Spear Throwing Contest/Tourist Only (Lomba Lempar Sege/Tombak)
Archery Contest/Tourist Only (Lomba Panahan Traditional)
Attraction of Feast & Steam Pit Cooking (Atraksi Bakar Batu)
Competition in Playing the Mounth Harp (Lomba Meniup Pikon)
Competition Of Kids Game of Puradan (Lomba Permaidan Puradan)
Competition Of Kids Game of Sikoko (Lomba Permainan Sikoko)
Decorated Vehicle Parade and Carnaval (Karnaval dan PawaiKendaraan Hias)
For more:http://baliem-valleyfestival.com/category/event/
Demianus Mac Wasage, S.S
Owner & M.D of TREK-PAPUA TOURS & TRAVEL,.Co. Ltd
Hp: +62 81344328508
Call me or book us now!